Pamekasan | Madurakita.com – Polemik dugaan roti berbau tak sedap dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakong akhirnya diklarifikasi pihak penyelenggara.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pratama Pakong (SPPG) yang berada di bawah naungan Yayasan Fatimah Maju Bersama menegaskan bahwa proses produksi hingga distribusi telah dilakukan sesuai standar operasional.
Kepala Dapur SPPG Pratama Pakong, Mufti Ali Abrori, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat. Ia menilai kritik yang berkembang menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan lebih optimal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Semua masukan akan kami jadikan bahan perbaikan,” ujarnya.
Menurut Mufti, menu yang menjadi sorotan merupakan paket porsi kecil dengan anggaran Rp8.000 yang diberikan sebagai rapelan dua hari. Pada hari pertama, paket berisi bakpao, susu UHT full cream, jeruk, dan kurma. Sementara hari kedua terdiri dari roti panggang, susu UHT full cream, jeruk, dan kurma.
Sedangkan untuk porsi besar dengan anggaran Rp10.000, tambahan lauk berupa telur rebus disertakan di masing-masing hari distribusi.
Ia menegaskan, roti panggang dan bakpao diproduksi langsung oleh dapur SPPG, bukan berasal dari produk pabrikan. Langkah itu dilakukan untuk mematuhi ketentuan pusat yang melarang penggunaan makanan kategori Ultra Processed Food (UPF) dalam program MBG.
“Kami produksi sendiri di dapur agar sesuai regulasi dan memastikan kualitas terkontrol,” tegasnya.
Terkait foto paket MBG yang beredar di media sosial tanpa susu, Mufti menyebut dokumentasi tersebut tidak menggambarkan kondisi saat distribusi. Ia memastikan setiap paket yang dikirim ke sekolah sudah lengkap sesuai standar menu.
Menanggapi tudingan roti apek, Mufti membantah tegas. Ia menjelaskan proses produksi dimulai sejak pukul 00.00 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan pada pukul 02.00 WIB agar makanan tetap segar dan tidak cepat basi sebelum diporsikan.
“Kami sudah konfirmasi ke seluruh penanggung jawab. Tidak ditemukan roti atau bakpao dalam kondisi apek saat keluar dari dapur,” katanya.
Penulis : red
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Madura kita
















