Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat

- Wartawan

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara hari jadi Pamekasan (Madurakita.com)

Upacara hari jadi Pamekasan (Madurakita.com)

Pamekasan | Madurakita.com – Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati menjadi saksi perayaan Hari Jadi (Harjad) ke-495 Kabupaten Pamekasan, Senin (3/11/2025).

Bukan sekadar seremoni rutin, tahun ini upacara diubah menjadi ajang penghormatan terhadap warisan budaya dan jati diri masyarakat Madura.

Seluruh peserta dan tamu undangan tampil menawan dalam busana adat bangsawan Madura. Tidak ada jas hitam atau bahasa birokrasi seperti biasanya, seluruh prosesi berlangsung menggunakan Bahasa Madura, memberi warna khas yang memancarkan kebanggaan lokal.

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, yang memimpin langsung jalannya upacara, membuka sambutannya dengan doa dan ungkapan syukur dalam bahasa daerah. Ia mengajak masyarakat menelusuri kembali perjalanan sejarah panjang Pamekasan sejak masa kepemimpinan Pangeran Ronggosukowati, raja pertama yang diangkat pada 3 November 1530 M dan menjadi peletak dasar nilai-nilai Islam di bumi Pamekasan.

“Are samangkén sadâjâ magharsâré Mekkasan… ghupângghi è rasa bhungâ karena Pamekasan tèmotos dhâdhi 495 taon,” tutur Bupati dalam bahasa Madura penuh semangat.

Menurutnya, peringatan hari jadi tidak hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi cermin bagi masyarakat agar terus menumbuhkan rasa percaya diri, berkarya, dan berinovasi.

“Kaula ngator selamat Hari Jadi Pamekasan ke-495. Mèkkasan ajhâ lèbbi partajâ dha’ abâ’na dhibi’, sèrtâ ngaghung pembangunan sè kreatif ajhunan majhu,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kholilurrahman juga memohon doa dan dukungan agar diberikan kekuatan dalam mengemban amanah serta menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama memimpin.

Ia menutup amanat dengan pesan kuat mengenai pentingnya persatuan dan kebanggaan terhadap identitas daerah.

“Mekkasan Jhatna Paksa Jhenneng Dhibi Pamekasan harus bangga dengan dirinya sendiri,” tegasnya.

Upacara penuh makna ini menegaskan bahwa semangat budaya dan religiusitas masih menjadi napas utama dalam perjalanan panjang Pamekasan menuju masa depan.

Penulis : red

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Madura kita

Berita Terkait

PWI Pamekasan Nyatakan Sikap, Kawal Kebijakan Daerah dan Percepat KEK Madura
Majelis Tangga Seribu Dorong Gerakan Pemuda Hijrah, Milad Ke-1 Jadi Momentum Konsolidasi Spiritualitas
17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG
DPRD dan Pemkab Pamekasan Gelar Paripurna Harjad Bernuansa Budaya Madura
Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!
Dari Madura Menebar Kebaikan, Haji Her Raih Penghargaan Nasional dari CNN Indonesia
Tabrak Tiang Listrik Roboh, Warga Palengaan Pamekasan Tewas di Tempat
FGD PWI Pamekasan Tekankan Akurasi Berita dalam Isu UHC Daerah

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 12:39 WIB

Majelis Tangga Seribu Dorong Gerakan Pemuda Hijrah, Milad Ke-1 Jadi Momentum Konsolidasi Spiritualitas

Jumat, 7 November 2025 - 11:54 WIB

17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

Rabu, 5 November 2025 - 09:33 WIB

Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat

Rabu, 5 November 2025 - 09:25 WIB

DPRD dan Pemkab Pamekasan Gelar Paripurna Harjad Bernuansa Budaya Madura

Minggu, 2 November 2025 - 13:41 WIB

Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!

Berita Terbaru