PWI Pamekasan Nyatakan Sikap, Kawal Kebijakan Daerah dan Percepat KEK Madura

- Wartawan

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PWI Pamekasan saat melakukan Raker (madura.kita.com)

PWI Pamekasan saat melakukan Raker (madura.kita.com)

Pasuruan | Madurakita.com – Rapat Kerja (Raker) PWI Pamekasan 2025–2028 yang digelar di Auditorium Royal Tretes, Pasuruan, Jumat–Minggu (21–23/11/2025), bukan sekadar agenda rutin organisasi.

Forum ini justru menjelma menjadi ruang kritik konstruktif terhadap lambannya realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau–Garam Madura dan minimnya transparansi sejumlah kebijakan di Kabupaten Pamekasan.

Mengusung tema “Urgensitas KEK Tembakau dan Garam Madura”, PWI menilai potensi besar Pamekasan di sektor pertanian, khususnya tembakau dan garam, belum diolah secara maksimal karena belum adanya percepatan kebijakan strategis di tingkat pusat maupun daerah.

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, menegaskan bahwa Madura memiliki keunggulan geografis dan komoditas unggulan yang seharusnya dapat didorong melalui skema KEK. Namun, hingga kini langkah konkrit untuk mengawal kebijakan tersebut masih minim.

“Madura sebenarnya siap menjadi kawasan strategis. Tembakau dan garam adalah komoditas vital, namun belum ada percepatan kebijakan untuk mendorongnya ke level KEK,” tegas Anam, Sabtu (22/11/2025).

Ia berharap Raker menjadi forum untuk merumuskan rekomendasi nyata, bukan sekadar diskusi normatif, sehingga upaya percepatan KEK bisa memiliki dasar analisis yang kuat.

Selain menyoroti KEK, PWI Pamekasan juga mengambil langkah strategis dengan membentuk Tim Khusus (Timsus) yang terdiri dari wartawan bersertifikat UKW Dewan Pers. Tim ini disiapkan untuk mengawal berbagai kebijakan publik, sekaligus memperluas akses kontrol publik terhadap pemerintah daerah.

Anam mengungkapkan, PWI telah melakukan koordinasi awal dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk menjadi mitra dalam penyediaan data dan update isu-isu strategis yang berkembang di Pamekasan.

“Timsus ini disiapkan untuk menelaah dan mengawal kebijakan Pemkab. Data-data daerah yang relevan juga akan kami suplai ke KPK,” ujarnya.

PWI menilai masih banyak isu yang selama ini seolah “tidak tersentuh”. Salah satunya adalah soal deposito Pemkab Pamekasan di berbagai bank, serta keterbukaan CSR perbankan Himbara yang selama ini tidak pernah dipublikasikan secara transparan.

“Kalkulasi CSR bank ke Pemkab tidak pernah dibuka ke publik. Ini harus diawasi,” lanjut Anam.

Lewat Timsus ini, PWI membuka ruang selebar-selebarnya bagi masyarakat untuk melaporkan temuan, keluhan, atau indikasi ketidakwajaran kebijakan pemerintah.

Penulis : red

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Madura kita

Berita Terkait

17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG
Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat
DPRD dan Pemkab Pamekasan Gelar Paripurna Harjad Bernuansa Budaya Madura
Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!
Dari Madura Menebar Kebaikan, Haji Her Raih Penghargaan Nasional dari CNN Indonesia
Tabrak Tiang Listrik Roboh, Warga Palengaan Pamekasan Tewas di Tempat
FGD PWI Pamekasan Tekankan Akurasi Berita dalam Isu UHC Daerah
Penyegaran di Polres Sampang: IPTU Nur Fajri Alim Bawa Visi Penegakan Hukum Profesional dan Humanis

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 11:54 WIB

17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

Rabu, 5 November 2025 - 09:33 WIB

Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat

Rabu, 5 November 2025 - 09:25 WIB

DPRD dan Pemkab Pamekasan Gelar Paripurna Harjad Bernuansa Budaya Madura

Minggu, 2 November 2025 - 13:41 WIB

Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!

Sabtu, 1 November 2025 - 02:58 WIB

Dari Madura Menebar Kebaikan, Haji Her Raih Penghargaan Nasional dari CNN Indonesia

Berita Terbaru