Tinggal di Gubuk Bocor 2 Tahun, Kakek Zainuddin Kini Punya Rumah Berkat BIP Pamekasan

- Wartawan

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim relawan Bani Insan Peduli saat mendatangi Zainuddin. (Madurakita.com)

Tim relawan Bani Insan Peduli saat mendatangi Zainuddin. (Madurakita.com)

Pamekasan, Madurakita.com – Di usia senjanya, Zainuddin (73), warga Dusun Pelan, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, akhirnya bisa menikmati rumah layak huni setelah bertahun-tahun tinggal di gubuk reot. Bantuan itu datang dari Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), yang melakukan program bedah rumah perdana pada Minggu (14/9/2025).

Zainuddin bukan tokoh biasa. Ia hidup sebatang kara, menggantungkan hidup sebagai petani kecil. Namun yang membuat kisahnya menyentuh, adalah dedikasi tanpa pamrihnya membantu pembangunan masjid di kampung selama lebih dari satu tahun setengah tanpa upah, hanya berharap ridha Allah.

“Saya percaya ini barakah dari Allah. Selama satu setengah tahun saya membantu bangun masjid tanpa dibayar. Ternyata Allah kirim balasannya lewat BIP,” ujar Zainuddin dengan mata berkaca-kaca.

Sebelumnya, kakek Zainuddin tinggal di sebuah gubuk reyot yang bocor dan nyaris roboh. Ia sudah dua tahun tidur di tempat yang tak layak setelah rumah lamanya hancur tertimpa pohon. Anak satu-satunya meninggal karena COVID-19, meninggalkan Zainuddin sendiri tanpa sanak keluarga yang merawat.

Kini, berkat tangan-tangan dermawan dari BIP, di bawah kepemimpinan Owner Bani Group Ali Zainal Abidin, Zainuddin bisa bernafas lega. Rumah sederhana tapi kokoh, lengkap dengan springbed dan lemari, telah diserahkan langsung oleh tim BIP.

“Saya tidak bisa membalas apa-apa. Hanya bisa mendoakan semoga Allah membalas dengan keberkahan umur dan rezeki untuk semua yang terlibat,” ungkap Zainuddin penuh haru.

Syafik, Bendahara Umum BIP, berharap bantuan ini bisa memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi Zainuddin di masa tuanya.

“Kami ingin rumah ini jadi tempat istirahat yang layak bagi beliau. Semoga BIP terus tumbuh dan bisa membantu lebih banyak warga yang membutuhkan,” ujarnya. (red).

Penulis : redaksi

Editor : redaksi

Sumber Berita : rilis liputan langsung

Berita Terkait

PWI Pamekasan Nyatakan Sikap, Kawal Kebijakan Daerah dan Percepat KEK Madura
Majelis Tangga Seribu Dorong Gerakan Pemuda Hijrah, Milad Ke-1 Jadi Momentum Konsolidasi Spiritualitas
17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG
Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat
DPRD dan Pemkab Pamekasan Gelar Paripurna Harjad Bernuansa Budaya Madura
Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!
Dari Madura Menebar Kebaikan, Haji Her Raih Penghargaan Nasional dari CNN Indonesia
Tabrak Tiang Listrik Roboh, Warga Palengaan Pamekasan Tewas di Tempat
Zainuddin bukan tokoh biasa. Ia hidup sebatang kara, menggantungkan hidup sebagai petani kecil. Namun yang membuat kisahnya menyentuh, adalah dedikasi tanpa pamrihnya membantu pembangunan masjid di kampung selama lebih dari satu tahun setengah tanpa upah, hanya berharap ridha Allah.

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 12:39 WIB

Majelis Tangga Seribu Dorong Gerakan Pemuda Hijrah, Milad Ke-1 Jadi Momentum Konsolidasi Spiritualitas

Jumat, 7 November 2025 - 11:54 WIB

17 Siswa di Blumbungan Pamekasan Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

Rabu, 5 November 2025 - 09:33 WIB

Harjad ke-495, Pamekasan Rayakan Ulang Tahun dengan Bahasa Madura dan Busana Adat

Rabu, 5 November 2025 - 09:25 WIB

DPRD dan Pemkab Pamekasan Gelar Paripurna Harjad Bernuansa Budaya Madura

Minggu, 2 November 2025 - 13:41 WIB

Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!

Berita Terbaru