Pamekasan | Madurakita.com – Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi akuntan muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
Komitmen ini dibuktikan melalui penanaman budaya akademik positif, guna mendorong mahasiswa untuk aktif, percaya diri, dan inovatif dalam proses pembelajaran.
Hal itu disampaikan oleh Ach. Baihaki selaku Dekan Fakultas Ekonomi Akuntansi (UIM), Menurutnya, budaya akademik yang disiplin dan konsisten menjadi pondasi penting untuk mewujudkan lulusan akuntansi yang siap memasuki dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Baihaki menegaskan, mahasiswa akuntansi sejatinya dicetak sebagai calon profesional yang taat asas, sejalan dengan pelaksanaan praktik akuntansi yang sangat mengedepankan proses, bukan hanya hasil akhir.
Karenanya, lanjut Baihaki, Prodi Akuntansi sering dianggap sebagai bidang studi yang kaku, padahal hal tersebut justru merupakan bentuk penjaminan akurasi, ketertiban, dan ketepatan dalam menghasilkan sebuah laporan.
“Budaya akademik bukan hanya wacana, tetapi harus terinternalisasi dalam proses pendidikan, praktik, dan karakter mahasiswa. Mahasiswa yang mampu mengikuti standar budaya akademik akan memiliki hard skill yang baik, soft skill yang matang, dan keteguhan dalam asas dibandingkan prodi lain,” tegasnya. Rabu (26/11/25).
Lebih lanjut, Baihaki menjelaskan, Akuntansi merupakan ilmu terapan, sehingga pembelajaran harus mencakup teori dan praktik secara seimbang. Pembelajaran berbasis praktik juga ditekankan guna memberikan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan rumus atau pencatatan.
“Program Sarjana menuntut kemampuan analisis. Mahasiswa akuntansi bukan hanya harus tahu cara mencatat, tetapi juga mampu menafsirkan metode, mengambil keputusan, dan membaca implikasi dari setiap transaksi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa akuntansi merupakan bidang studi yang memiliki standar nilai dan etika profesional. Karena itu, meski mahasiswa bebas berpendapat dan berekspresi dalam proses belajar, mereka tetap harus mengikuti standar akuntansi yang berlaku.
“Mahasiswa perlu memperkuat kemampuan hard skill dan taat asas. Nilai-nilai itu harus dirawat di lingkungan kampus karena kelak akan diterapkan di dunia kerja,” jelasnya.
Melalui penguatan budaya akademik, Fakultas Ekonomi berharap mahasiswa Akuntansi semakin disiplin, percaya diri, aktif dalam pembelajaran, serta mampu mengembangkan daya inovatif untuk menghadapi perkembangan dunia profesional.
Dengan dorongan yang berkelanjutan, kampus optimis dapat mencetak alumni akuntansi yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing di era industri modern.
Penulis : red
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Madura kita
















