Ricuh Warnai Demo Tolak Penundaan Pilkades, Wabup Sampang Turun Tangan Redam Ketegangan

- Wartawan

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kericuhan yang terjadi di Kabupaten Sampang saat demonstrasi (Madurakita.com).

Suasana kericuhan yang terjadi di Kabupaten Sampang saat demonstrasi (Madurakita.com).

Sampang | Madurakita.com – Suasana tegang mewarnai aksi unjuk rasa ribuan warga dari berbagai desa di Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (28/10/2025).

Demonstrasi yang digelar Forum Aktivis Madura (F.A.M) bersama Aliansi Masyarakat Desa Bersatu itu berujung ricuh setelah massa menolak kebijakan pemerintah daerah yang menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) hingga tahun 2026.

Sejak pagi, massa mulai memadati area Gedung DPRD Sampang sambil membawa spanduk dan pengeras suara. Seruan penolakan menggema di tengah panasnya cuaca. Namun, situasi yang awalnya berjalan tertib berubah memanas setelah sejumlah demonstran membakar ban bekas dan melempar batu ke arah aparat yang berjaga.

Tak hanya itu, pagar depan Gedung DPRD dan area Taman Alun-Alun Trunojoyo turut mengalami kerusakan akibat aksi tersebut. Aparat kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata untuk mengurai kericuhan dan memulihkan ketertiban di sekitar lokasi.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menuntut agar pemerintah tidak menunda Pilkades dan memulihkan jabatan perangkat desa serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai diberhentikan secara sepihak.

Ketegangan mulai mereda setelah Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, turun langsung menemui massa. Ia menegaskan, bahwa pemerintah daerah tidak menutup telinga terhadap aspirasi rakyat dan akan menindaklanjuti setiap tuntutan yang disampaikan.

“Kami akan mencari solusi terbaik dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan masukan dari warga menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” ujar Wabup di hadapan massa.

Dialog singkat antara perwakilan massa dan pejabat daerah menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam surat pernyataan tuntutan. Setelah penandatanganan oleh Wabup dan sejumlah anggota DPRD, situasi berangsur kondusif. Aparat kemudian menertibkan area sekitar dan memastikan keamanan kembali pulih.

Penulis : red

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Madura kita

Berita Terkait

Lauk Menu MBG Berisi Baut, Diduga di Sekolah Waru Pamekasan
Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!
Waspada! BMKG Sebut Madura Termasuk Daerah Berisiko Cuaca Ekstrem di Jawa Timur
Tabrak Tiang Listrik Roboh, Warga Palengaan Pamekasan Tewas di Tempat
Deretan Toko di Ganding Sumenep Hangus Terbakar, Beruntung Api Bisa Dipadamkan
Usai Kebakaran, Wabup Pamekasan H. Sukriyanto Kunjungi Korban di Proppo
Eks Penasehat Bupati Pamekasan Datangi DPRD, Minta Pemakzulan Segera Diproses
Kecelakaan Beruntun di Waru Pamekasan, Empat Kendaraan Terlibat, Lima Orang Luka-Luka

Berita Terkait

Selasa, 11 November 2025 - 13:17 WIB

Lauk Menu MBG Berisi Baut, Diduga di Sekolah Waru Pamekasan

Minggu, 2 November 2025 - 13:41 WIB

Saat Demokrasi Diuji, Polisi Jangan Diam Saja: Tindakan Pengrusakan di Sampang Harus Dihentikan!

Sabtu, 1 November 2025 - 04:17 WIB

Waspada! BMKG Sebut Madura Termasuk Daerah Berisiko Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

Kamis, 30 Oktober 2025 - 23:09 WIB

Tabrak Tiang Listrik Roboh, Warga Palengaan Pamekasan Tewas di Tempat

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:12 WIB

Ricuh Warnai Demo Tolak Penundaan Pilkades, Wabup Sampang Turun Tangan Redam Ketegangan

Berita Terbaru