SPPG Pakong Bantah Roti MBG Bau Apek, Sebut Distribusi Sudah Sesuai SOP

- Wartawan

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan | Madurakita.com – Polemik dugaan roti berbau tak sedap dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pakong akhirnya diklarifikasi pihak penyelenggara.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pratama Pakong (SPPG) yang berada di bawah naungan Yayasan Fatimah Maju Bersama menegaskan bahwa proses produksi hingga distribusi telah dilakukan sesuai standar operasional.

Kepala Dapur SPPG Pratama Pakong, Mufti Ali Abrori, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat. Ia menilai kritik yang berkembang menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan lebih optimal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Semua masukan akan kami jadikan bahan perbaikan,” ujarnya.

Menurut Mufti, menu yang menjadi sorotan merupakan paket porsi kecil dengan anggaran Rp8.000 yang diberikan sebagai rapelan dua hari. Pada hari pertama, paket berisi bakpao, susu UHT full cream, jeruk, dan kurma. Sementara hari kedua terdiri dari roti panggang, susu UHT full cream, jeruk, dan kurma.

Sedangkan untuk porsi besar dengan anggaran Rp10.000, tambahan lauk berupa telur rebus disertakan di masing-masing hari distribusi.

Ia menegaskan, roti panggang dan bakpao diproduksi langsung oleh dapur SPPG, bukan berasal dari produk pabrikan. Langkah itu dilakukan untuk mematuhi ketentuan pusat yang melarang penggunaan makanan kategori Ultra Processed Food (UPF) dalam program MBG.

“Kami produksi sendiri di dapur agar sesuai regulasi dan memastikan kualitas terkontrol,” tegasnya.

Terkait foto paket MBG yang beredar di media sosial tanpa susu, Mufti menyebut dokumentasi tersebut tidak menggambarkan kondisi saat distribusi. Ia memastikan setiap paket yang dikirim ke sekolah sudah lengkap sesuai standar menu.

Menanggapi tudingan roti apek, Mufti membantah tegas. Ia menjelaskan proses produksi dimulai sejak pukul 00.00 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan pada pukul 02.00 WIB agar makanan tetap segar dan tidak cepat basi sebelum diporsikan.

“Kami sudah konfirmasi ke seluruh penanggung jawab. Tidak ditemukan roti atau bakpao dalam kondisi apek saat keluar dari dapur,” katanya.

Penulis : red

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Madura kita

Berita Terkait

Kelalaian Dapur SPPG Nurul Haromain Pamekasan Terkuak, MBG Berulat Hingga Operasi Tanpa Ahli Gizi
Kelalaian Dapur SPPG Nurul Haromain, Ayam Berulat Disajikan ke MBG Sekolah di Pamekasan
Berisi Roti dan Kelengkeng, Orang Tua Pertanyakan Standar Penyajian Dapur SPPG Ibnu Bachir Pamekasan
Minim Protein dan Tanpa Susu, Menu MBG Nurul Ijtihad Blaban Pamekasan Jadi Sorotan Orang Tua Siswa
Dinilai Tidak Memenuhi Standar Gizi, Guru Keluhkan MBG Dapur SPPG Kangenan Pamekasan
Warga Parteker Pamekasan Temukan Paket Roti MBG Ibu Hamil Berjamur dan Kadaluarsa
10 Makanan Paling Enak di Jawa Timur yang Harus Dicoba
Bersama Ribuan Jamaah Majelis Sabilu Taubah, Gus Iqdam Doakan Khofifah Jadi Gubernur Lagi

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:38 WIB

SPPG Pakong Bantah Roti MBG Bau Apek, Sebut Distribusi Sudah Sesuai SOP

Sabtu, 13 Desember 2025 - 04:04 WIB

Kelalaian Dapur SPPG Nurul Haromain Pamekasan Terkuak, MBG Berulat Hingga Operasi Tanpa Ahli Gizi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 00:44 WIB

Kelalaian Dapur SPPG Nurul Haromain, Ayam Berulat Disajikan ke MBG Sekolah di Pamekasan

Senin, 1 Desember 2025 - 08:22 WIB

Berisi Roti dan Kelengkeng, Orang Tua Pertanyakan Standar Penyajian Dapur SPPG Ibnu Bachir Pamekasan

Jumat, 28 November 2025 - 01:58 WIB

Minim Protein dan Tanpa Susu, Menu MBG Nurul Ijtihad Blaban Pamekasan Jadi Sorotan Orang Tua Siswa

Berita Terbaru