Pamekasan | Madurakita.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video yang memperlihatkan dugaan susu tidak layak konsumsi dibagikan kepada siswa.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di SDN Sentol 2, Kecamatan Pademawu, pada Selasa (14/4/2026). Dalam video yang viral di media sosial, tampak kemasan susu yang telah dibuka memperlihatkan adanya ulat di dalamnya.
Perekam video menyampaikan bahwa temuan tersebut pertama kali diketahui oleh para siswa. Ia juga menunjukkan beberapa kemasan yang diduga mengalami kondisi serupa dan meminta pihak terkait segera melakukan evaluasi.
“Kejadian ini ditemukan langsung oleh anak-anak. Kami berharap ada perhatian serius terhadap kondisi ini,” ujar perekam dalam video yang beredar.
Video tersebut sontak memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas makanan dan minuman dalam program MBG yang menyasar kalangan pelajar.
Menanggapi hal itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pamekasan yang juga Wakil Bupati Pamekasan, Sukrianto, meminta agar informasi yang beredar dilengkapi dengan data yang akurat sebelum ditindaklanjuti.
Ia menekankan pentingnya kejelasan lokasi dan pihak penyedia agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Perlu dipastikan nama sekolah dan pihak terkaitnya agar jelas. Kami tidak ingin informasi yang belum tentu benar menimbulkan keresahan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pihak sekolah dilaporkan langsung mengambil langkah cepat begitu mengetahui kejadian tersebut. Salah satu tenaga pendidik menyebutkan bahwa koordinasi segera dilakukan dengan pihak penyedia makanan, yakni SPPG Kemala Bhayangkari, serta instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan siswa sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program.
“Kami segera berkoordinasi dengan pihak dapur. Ini murni untuk evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Penulis : red
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Madura kita
















